KONFIGURASI DASAR MIKROTIK DENGAN ISP TELKOM (INDIHOME)

KONFIGURASI DASAR MIKROTIK DENGAN ISP TELKOM (INDIHOME)

3/04/2018

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Halo Warga Net semua, sudah lama saya tidak mengupdate postingan karena kesibukan di dunia nyata, semoga dengan postingan ini mengembalikan mood ngeblog lagi. Langsung saya kali ini Saya akan membagikan Metode atau Cara mensetting Routerboard Mikrotik dengan ISP TELKOM (INDIHOME), pada Postingan sebelumnya saya sudah membagikan Cara Setting VPN Dengan Menggunakan Metode PPTP Di Mikrotik, dalam postingan ini saya akan membahas tips dan trik untuk mencegah terkena FUP, sudah pada tau kan apa itu FUP.?, ok FUP (Fair Usage Policy) Setiap pelanggan indihome akan mengalami penurunan kecepatan internet setelah mencapai FUP setiap periode 1 bulan.
Dimana FUP ( Fair Usage Policy ) tidaklah sama dengan sistem QUOTA, FUP lebih tepatnya mengenai sistem penggunaan yang wajar dalam pemakaian internet. Untuk itu maka agar pemakaian internet kita tidak terlalu cepat terkena FUP dibutuhkan lah sebuah ‘manajemen bandwidth’ atau biasa di sebut ‘bandwidth limiter’.
Dengan kita melakukan manajemen bandwidth setidaknya kita sudah mengulur waktu dari yang 1 minggu bisa jadi 3 minggu untuk pemakaian wajar. Sesuai tema kita di atas bagaimana cara melakukan manajemen bandwidth pada jaringan warnet atau kantor dengan Routerboard Mikrotik.





















Menentukan Network di Jaringan Lokal:
Setelah mengetahui topology yang akan kita gunakan seperti apa, baru lah menentukan network yang akan di gunakan untuk jaringan lokal kita. Beberapa modem indihome yang Saya jumpai, seperti ZTE, Huawai dll, kebanyakan menggunakan IP class C dan Network yang di pakai biasanya 192.168.0.0/24, 192.168.1.0/24,192.168.100.0/24 .. jadi sebaiknya ketika anda menentukan network untuk jaringan lokal anda gunakan lah di luar network tersebut.
Misal, Saya anggap kita memilih network 192.168.2.0/24
192.168.2.1/24 IP yang akan kita gunakan pada Routerboard Mikrotik sekaligus sebagai gateway setiap computer.


SETTING :
  • Buka Winbox anda, lakukan login menggunakan mac-address, Lihat gambar berikut:



  • Hapus “Remove Configuration”, ini biasanya muncul karena kita habis melakukan hard reset / manual reset.


  • Bikin DHCP client, bertujuan kita tidak perlu input manual statik ip pada mikrotik, alasannya kadang kita tidak tau berapa ip modem yang sebenarnya, dengan melakukan DHCP client kita bisa langsung membuat default route dan tau ip modem. Caranya bisa lihat di bawah ini:

  • Setting Dns di mikroti, lihat gambar berikut:



  • Buat lah NAT (Network address translation) dan lakukan hanya pada interface yang mengarah ke public. Tujuan NAT sendiri berfungsi untuk penerjemah alamat IP public ke alamat IP private atau sebaliknya. sehingga dengan adanya NAT setiap komputer pada jaringan Lokal dapat mengakses internet. Lihat gambar berikut:
  • Atur IP Routerboard mikrotik pada interface (ether2) yang terhubung ke HUB , yang nantinya IP tersebut menjadi gateway tiap komputer.


  • Lakukan ping pada komputer anda, jika replay maka anda sudah berhasil konfigurasi pada mikrotik dan komputer anda.



Manajemen Bandwidth pada Mikrotik:

Jika pada tahap konfigurasi Routerboard mikrotik anda selesai dan sudah di pastikan sudah bisa di pakai untuk internetan, maka kini Saya akan coba kasih tips sederhana untuk limit bandwidth tiap komputer menggunakan ‘simple queue’, copy script di bawah ini kemudian pastekan ke dalam “terminal” winbox :

/queue simple
add max-limit=1M/10M name=Global target=192.168.2.0/24
/
for dsi from 2 to 10 do={/queue simple add name="PC-Client-$dsi" target="192.168.2.$dsi" max-limit=384000/512000 parent=Global}

  • Untuk jumlah bandwidth yang Saya contoh kan adalah 10 M download dan 1 M upload, dan untuk network LAN 192.168.2.0/24 , limit tiap PC 512k download 384 upload. jika keadaan sebenarnya berbeda di tempat anda, tinggal anda sesuaikan saja
  • Script di atas adalah untuk generate otomatis simple queue, yang tujuannya adalah untuk range IP 192.168.2.2-10, jika pada jaringan anda lebih dari itu atau urutan ip nya berbeda silahkan sesuaikan di bagian “2 to 10” pada script di atas, misal range di LAN anda 192.168.2.100-192.168.2.115, maka rubah lah menjadi “100 to 115."
Seperti ini hasil dari simple queue yang sudah kita setting mikrotik dengan indihome:


Sekian Postingan KONFIGURASI DASAR MIKROTIK DENGAN ISP TELKOM (INDIHOME), Semoga Postingan di atas dapat membantu Warga Net sekalian, Akhir kata saya ucapkan TERIMA KASIH, untuk Warga Net yang sudah mampir di Postingan ini.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda
Load comments

Tidak ada komentar

Silahkan tambahkan komentar sesuai dengan topik dan komentar dengan link akan dihapus. Terima Kasih.